Hi! Welcome Back and Stay Tune! Risa yang Berteman dengan Hantu - Mukah Pages : Media Marketing Make Easy With 24/7 Auto-Post System. Find Out How It Was Done!

Header Ads

Risa yang Berteman dengan Hantu


Umur Risa Saraswati baru 9 tahun saat dia dititipkan orang tua di rumah neneknya di Kota Bandung. Di rumah sang nenek inilah Risa berkenalan dengan lima "sahabat"-nya. Lima bocah kecil sahabat Risa itu adalah Peter, William, Jansen, Hans, dan Hendrick. Risa bertemu dengan Peter di loteng rumah sang nenek yang sepi.

Peter punya kulit putih pias dan berambut pirang, mengenakan kemeja serta celana pendek cokelat. Demikian pula William, Jansen, Hans, dan Hendrick. Awalnya Peter mengaku sebagai tetangga di kompleks rumahnya. Baru setelah dua tahun menjalin persahabatan dengan kelima anak Belanda itu, Risa sadar bahwa mereka bukan manusia. 

Sejak kecil, dara kelahiran Bandung ini kerap menunjukkan tingkah laku aneh dengan berbicara seorang diri. Rupanya Risa mampu melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tak kasatmata. Bahkan Risa sempat tak bisa membedakan antara manusia dan makhluk halus. 

"Setelah tahu, saya nggak menghindar dari mereka. Karena mereka juga punya sisi manusiawi. Mereka takut malam hari, takut hujan, takut petir. Itu sisi lain yang nggak semua orang tahu dan ingin saya sampaikan dalam bentuk tulisan," tutur sarjana Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, ini.

Melihat perilaku ganjil Risa, orang tuanya sempat merasa khawatir. Mereka membawa Risa berkonsultasi dengan psikiater, bahkan sampai menemui “orang pintar”. Lantaran perilakunya dianggap aneh, Risa sering kali dikucilkan oleh teman sekolahnya. Ia sempat beberapa kali mengalami depresi dan berpikir untuk mencoba bunuh diri. Justru kelima sahabat kecil yang tak kasatmata itulah yang selalu memberikan dukungan setiap kali Risa merasa sedih dan frustrasi. 

Selama bertahun-tahun, Risa menyimpan cerita soal persahabatannya dengan lima hantu anak Belanda itu rapat-rapat. Dia tak mau menambah keributan.

"Saya nggak pernah cerita dan nggak mau keluarga tahu," Risa menuturkan.

Keluarganya memang tak suka dan tak ingin dia bergaul, apalagi sampai bersahabat, dengan orang-orang dari dunia lain itu. Tak ada cerita soal persahabatannya dengan Peter dan teman-temannya di catatan harian Risa. "Karena saya tahu Ibu suka membaca diary saya."

Melalui buku harian itu, Risa perlahan mengasah bakatnya menulis. Dia juga suka membaca novel-novel horor karya R.L. Stine. Salah satunya novel Goosebumps, yang lebih banyak menceritakan soal sosok monster. R.L. Stine sering dijuluki sebagai "Stephen King untuk anak-anak". Karya-karyanya memang lebih populer di kalangan anak-anak dan remaja. 

Risa baru menceritakan perihal sahabat gaibnya ini melalui situs jejaring sosial Friendster. Hingga akhirnya Risa beralih menulis di blog pribadi.




[x.detik.com]


✍ Sumber Pautan : ☕ Humor, Horor, dan Hiburan

Kredit kepada pemilik laman asal dan sekira berminat untuk meneruskan bacaan sila klik link atau copy paste ke web server : http://ift.tt/2iwgJ0D

(✿◠‿◠)✌ Mukah Pages : Pautan Viral Media Sensasi Tanpa Henti. Memuat-naik beraneka jenis artikel menarik setiap detik tanpa henti dari pelbagai sumber. Selamat membaca dan jangan lupa untuk 👍 Like & 💕 Share di media sosial anda!


No comments

Comments are welcome and encouraged on this site. Comments deemed to be spam or solely promotional will be deleted. Including link to relevant content is permitted, but comments should be relevant to the post topic.

Comments including profanity and containing language that could deemed offensive will also deleted. Please respectful toward other contributors. Thank you.