Hi! Welcome Back and Stay Tune! Kisah Pelukan Terakhir Anak Yatim Piatu yang Membuat Hati Pilu - Mukah Pages : Media Marketing Make Easy With 24/7 Auto-Post System. Find Out How It Was Done!

Header Ads

Kisah Pelukan Terakhir Anak Yatim Piatu yang Membuat Hati Pilu




Udara begitu dingin malam
itu. Ada dua orang anak kecil yang sedang duduk saling berdekapan di teras
samping rumah tingkat yang gelap, tanpa penerangan sedikitpun. Hanya pancaran
cahaya lampu jalan milik rumah-rumah di sekitar kompleks itu yang menerangi gigil hebat tubuh mereka.

 
 
Sang adik kira-kira baru
berusia 6 tahun sementara sang kakak berusia sekitar 8 – 9 tahun. Tubuh sang
kakak amat kurus dan gigilan tubuhnya lebih hebat dibandingkan dengan adiknya
yang sedang tertidur di dekapannya. Tak ada selimut, tak ada jaket, tak ada makanan.
Mereka hanya mengenakan baju pendek dan celana pendek.
Sang adik tiba-tiba
terbangun dan merintih karena perutnya terasa sakit. Sejak kemarin mereka belum
makan. Mereka tak punya uang sepeserpun walau hanya untuk membeli sepotong
roti.
“ kak, perutnya sakit …”
erang sang adik yang mau tidak mau membuat sang kakak jadi kebingungan. Ia pun
sangat lapar dan kedinginan. Tapi, apa yang bisa mereka makan??
“ tidur aja, dik … besok
pagi kita pasti bisa makan “ sang kakak berusaha menghibur adiknya walau
suaranya semakin parau karena kedinginan. Sang adik pun tertidur, tapi sang
kakak bisa merasakan kalau sang adik sedang terisak di pelukannya.
Sang kakak tahu, perut
adiknya pasti sangat lapar, sama seprti dirinya. Ia pun tidak tahu sampai kapan
mereka akan tetap bertahan kalau keadaannya seperti ini terus.
Sejak dua hari yang lalu,
ibu mereka meninggal dunia dan mereka sudah tidak punya tempat tinggal lagi.
Ayah merekapun sudah lama meninggal. Mereka tak punya sanak saudara untuk
mereka jadikan sebagai sandaran hidup.
Akhirnya mereka
terlunta-lunta di jalanan tanpa sedikitpun uang dan pakaian. Mereka diusir dari
rumah kontrakan yang tadinya mereka tempati bersama ibu mereka. Anak kecil mana
bisa bayar uang kontrakan, begitu alasan sang pemilik rumah kontrakan itu.
Sejak kemarin, mereka terus
berjalan tanpa tujuan. Baru menjelang malam mereka sampai di teras rumah yang
sekarang menaungi tubuh rapuh mereka. Sang kakak tidak merasa yakin mereka bisa
melewati malam yang begitu dingin itu.
Mereka tidak berani meminta
tolong penduduk sekitar. Mereka masih kecil dan terlalu takut untuk meminta
tolong. Karena mereka tau, mereka akan dipandang sebelah mata, dianggap
pengemis yang hanya berpura-pura mengemis untuk membiayai orang tua mereka yang
pengangguran.
Di tengah rintikan halus
hujan malam yang dingin itu, dua orang kakak adik itupun tertidur dengan perut
yang sangat lapar dan tubuh yang lemah, hanya berselimutkan tubuh satu sama
lain yang saling berpelukan.
Pagi harinya, saat sang adik
terbangun, ia menemukan kakaknya sedang merintih kesakitan sambil memegangi
perutnya. Sang adik yang masih kecil itupun panik dan pada awalnya dia hanya
bisa menangis.
Tangisannya itulah yang pada
akhirnya mengundang perhatian penduduk sekitar. Semua orang berdatangan untuk
melihat siapa yang menangis sepagi itu. Beberapa orang langsung menghampiri dua
tubuh kurus itu lalu memeriksa keadaan mereka.
Baju mereka basah kuyup dan
tubuh sang kakak amat panas. Beberapa orang lainnya mengambilkan pakaian untuk
mereka, beberapa orang lagi memberikan makanan dan ada seorang ibu yang dengan
baik hati mau mengolesi perut sang kakak dengan minyak angin karena sang kakak
mengeluh perutnya amat sakit.
Sang adik terdiam dari
tangisannya dan dibawa oleh seorang penduduk ke rumahnya. Sementara sang kakak
yang merintih kesakitan, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa
dokter.
 
BACA JUGA
Kisah Nyata: Seorang Anak Berubah Menjadi Anjing Setelah Menendang Kepala Ibunya Ketika Shalat
Kisah Nyata Wanita yang Berzina dan Bertaubat
Kisah Nyata: Seorang Penantang Allah yang Akhirnya Tewas Secara Mengenaskan. Naudzubillah
Rupanya, hari itu adalah
hari terakhir sang kakak beradik itu bertemu. Karena setelahnya, mereka tidak
pernah bertemu lagi selamanya. Sang kakak meninggal di rumah sakit karena
penyakit angin duduknya sudah sangat parah akibat kehujanan semalaman ditambah dengan
perutnya yang kosong. Sang adik pun dirawat oleh salah seorang penduduk, ia
selamat.
Semoga bisa melembutkan hati
kita semua ..
Wallahu a’lam bish-shawab

 

Semoga bermanfaat dan Dapat
Diambil Hikmah-Nya ..







from islamidia.com http://ift.tt/2goEHby

No comments

Comments are welcome and encouraged on this site. Comments deemed to be spam or solely promotional will be deleted. Including link to relevant content is permitted, but comments should be relevant to the post topic.

Comments including profanity and containing language that could deemed offensive will also deleted. Please respectful toward other contributors. Thank you.